June 15, 2024

Nama Roy Kiyoshi dalam beberapa bulan terakhir ini memang tengah naik daun. Sukses membawakan acara Karma di ANTV, popularitas pria berdarah Tionghoa ini makin dikenal. Sosok Roy dianggap sebagai seorang indigo yang mampu membaca kartu tarot dan jiwa manusia.

Kepiawaiannya memprediksi dan membaca masa lalu membuat pria berusia 31 tahun ini dielu-elukan dan identik dengan julukan paranormal generasi baru. Seperti layaknya sosok terkenal lainnya, latar belakang kehidupan Roy pun membuat kepo banyak orang. Dan yang mengejutkan rupanya Roy bukanlah orang sembarangan karena dia termasuk kalangan bangsawan yang dibesarkan di lingkungan keraton.

Putra bungsu pasangan Hasan Anwar dan Meilany Chandrawaty ini rupanya memiliki orangtua angkat bernama Freddy dan Tina. Hidup dalam keluarga keraton membuat Roy muda memahami pendidikan budi pekerti dan tata krama yang luhur. Namun baru-baru ini warganet dikejutkan dengan sebuah liputan lawas stasiun TV Buddha, DAAI TV.

Orangtua angkat dan orangtua kandung Roy Kiyoshi

Dalam liputan itu, Roy masih memakai nama aslinya, Roy Kurniawan. Tak ada sosok Roy yang berwajah tirus dan fashionable ala idol K-Pop seperti sekarang. Karena saat itu Roy masih berusia 24 tahun dengan wajah yang chubby dan mengabdikan diri di jalan luhur Bodhisattva. Hanya saja potret penampilan Roy di masa lalu itu membuat warganet memberikan komentar beragam dan hampir tak mengenalinya.

@lv_kalaaaaaaa: kok gw liatnya kaya guruh soekarno putra ya

@utythamrin: Idung nya kok bgt ya Ahmad Sahroni

@faneysa_olshope: Pipi tembem

@eriana_minami: gnteng gini chuby cute imut

@viraagby_: Lucuu pipinya, gemaasssssh

@mid_radovic: Oplas

@abidinsusanto: Gemuk amat

@putroe_duana: Mas karma ini kan pas msh cabi2 belom suntik tirus kayak artis korea???

Terungkap pula bahwa Roy pernah menempuh pendidikan di Beijing Language and Culture tahun 2004. Tinggal di China tanpa orangtua, Roy muda terjerat dalam pergaulan bebas, doyan pesta dan mabuk-mabukan. Hingga akhirnya pada 2006, Roy kembali ke Indonesia dan memilih memperdalam ajaran agama Buddha.

Di saat banyak anak-anak muda seusianya memilih berfoya-foya, Roy lebih suka menghabiskan diri dalam bakti sosial dan jadi relawan. Tak heran kalau kehidupan positifnya di masa lalu membuat Roy mampu memberikan masukan baik pada orang dengan masa lalu apapun dalam program Karma Ahmad Sahroni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *