relationship Seleb Indonesia

Belum Dikaruniai Momongan, Begini Ungkapan Hati Shandy Aulia yang Tegar Banget

Oleh -

Beberapa waktu lalu, netizen sempat ramai akibat kabar kehamilan artis cantik Shandy Aulia. Bukan tanpa sebab, kabar itu menyebar setelah Shandy mengunggah instagram story saat ia tengah melakukan USG ke dokter.

Tak lama berselang, kabar itu langsung diklarifikasi Shandy yang mengatakan bahwa dirinya belum berbadan dua. Menanggapi berbagai komentar netizen mengenai kehidupan rumah tangganya yang tetap harmonis meski sudah 6 tahun belum dikaruniai momongan, bintang film  Eiffel I’m in Love ini akhirnya mengungkapkan isi hatinya yang tegar lewat beberapa postingan di instagram. Berikut ulasanya!

1. Klarifikasi kondisi sebenarnya

“Terima kasih untuk setiap doa dan perhatiannya selama ini pada kami. Kami masih tetap menanti kehadiran buah hati… Dokter yang saya kunjungi dokter Internist dan USG yang saat ini saya lakukan hanya bagian dari cek kesehatan karena kondisi saya flu dan radang tenggorokan. tidak ada hubungan dengan kandungan. tetapi kami sangat terberkati atas ucapan, dukungan dan doanya.”

Setelah mengunggah instagram story saat dirinya tengah melakukan USG, akun sosial media Shandy Aulia dibanjiri komentar netizen yang mengira wanita berusia 29 tahun tersebut tengah hamil muda. Menanggapi isu yang tak benar, Shandy pun memberi klarifikasi dengan kalimat yang sangat rendah hati. Ia merasa terberkati dengan berbagai ucapan, dukungan, serta doa yang dilayangkan netizen kepadanya.

2. Tetap bahagia meski belum dikaruniai momongan

“Banyak yang bertanya pada saya lewat email,DM comment dan lain lain… kok belum punya anak padahal menikah sudah lama? Kok masih bisa senyum? Kok masih bisa santai? Kok gak panik? Kok ga usaha ? Atau mungkin ada pasangan yang mengalami pertanyaan yang sama hingga males atau capek jawabnya..

Saya jawab ya…
Bagi saya dan suami kebahagian sebuah pernikahan tidak kami gantungkan pada keturunan saja…
Kami berdoa dan tetap berusaha. Tetapi kami tidak menjadikan kebahagian pada hal apa yang Tuhan belum berikan. Kami menggantungkan kebahagian kami pada Tuhan. Dengan cara menikmati setiap berkat yang Tuhan berikan seperti pernikahan kami yang di berikan Tuhan. Menjaga keharmonisan pernikahan kami hingga maut memisahkan. Bila menikah hanya pada ingin mendapatkan keturunan baru akan bahagia tidak bagi kami kebahagian dan kelengkapan hidup kami hanya pada Tuhan. Kami memilih menikmati dan bersyukur apa yang saat ini Tuhan sudah berikan seperti pernikahan kami pemberian Tuhan pasangan Hidup itu harus dihargai dirawat dan dijaga. Menikmati pekerjaan kami, menikmati semua berkat yang Tuhan berikan. Sering kali kita hanya fokus pada apa yang belum di berikan sehingga apa yang sudah di berikan di depan mata disia siakan

Jangan bandingkan pernikahanmu dengan pernikahan orang lain. Karena apa yang kita pikir tentang pasangan yang sudah memiliki keturunan “sudah pasti bahagia selama lamanya bersama anak dan suami” seperti cerita dongeng bagi saya setiap pasangan memiliki bebannya tersendiri. Sudah punya keturunan ataupun belum sama sama bisa bahagia dan juga sama sama ada beban persoalan rumah tangga.”

Telah membina rumah tangga bersama David Herbowo sejak tahun 2011 lalu, meski belum dikaruniai momongan Shandy dan sang suami tetap terlihat mesra dan bahagia. Hal ini membuat netizen bertanya-tanya, mengapa pasangan ini masih bisa santai dan tersenyum walaupun belum mendapatkan buah hati. Shandy menjawab bahwa dirinya dan sang suami tidak menggantungkan kebahagiaan pernikahan mereka pada keturunan saja, meski tetap berdoa dan berusaha. Pasangan ini memilih untuk menikmati dan mensyukuri apa yang kini Tuhan telah berikan pada mereka. Dan kuncinya, jangan bandingkan pernikahanmu dengan pernikahan orang lain. Jawaban yang bijak, ya?

3. Tetap percaya pada Tuhan

“Tidak ada hidup dan pernikahan yang sempurna selama hidup di dunia ini karena itu kita butuh Tuhan untuk menyempurnakan. karena kesempurnaan pernikahan bagi kami saat Tuhan ada didalam pernikahan kami karena dalam Tuhan ada suka cita,cinta dan kasih tanpa syarat,kesetiaan, dan kekekalan. jadi bila ada yang menikah hanya fokus kebahagiannya hanya harus memiliki keturunan saya rasa sangat menyedihkan. Bagaimana bila Tuhan tidak berikan “anak” apakah pernikahan langsung tidak bahagia? Langsung marah sama Tuhan? Langsung cerai saja?
Wah kalau begitu artinya kita Jadi Tuhan atas diri kita sendiri Tuhan itu lebih mengetahui rencana dan rancanngannya bagi setiap kita yang diciptakan Tuhan mengetahui apa yang terindah bagi setiap kita. Bagian kita berusaha dan beriman penuh pada Tuhan. Biar cara Tuhan yang bekerja tugas kita belajar sabar menanti dan menikmati semua proses yang Tuhan berikan pada kita yang sering kali kita abaikan. Pada dasarnya semua yang di berikan pada kita adalah Anugrah pernikahan, suami dan istri, orang tua,saudara, pertemanan ,pekerjaan, usaha , kesehatan, dan nafas kehidupan.

Kita tetap berserah penuh pada Tuhan bukan “Pasrah” bagian kita hanya “PUSH” pray until something heppen.
Menjadi ayah dan ibu yang baik. bukan berarti kita sudah menjadi suami dan istri yang benar dan baik di hadapan Tuhan dan pasangan kita.

Nahhh step kami saat ini Tuhan masih ingin mengajarkan untuk menjadikan kami suami istri yang sesuai standard Tuhan bukan standard kami. Hingga Tuhan ijinkan next step menjadi Ayah dan Ibu yang Tuhan inginkan.karena yang Tuhan inginkan calon anak kami mendapatkan orangtua yang sesuai dengan standard Tuhan bukan standard dengan apa yang ada di pikiran kita yang kita anggap benar tidak untuk Tuhan. Karena kita terbatas.

Tuhan memberkati kita semua.”

Dalam postingannya yang terakhir, Shandy menjelaskan bahwa tidak ada hidup dan pernikahan yang sempurna, maka ia butuh Tuhan untuk menyempurnakannya. Ia  dan sang suami berserah penuh kepada Tuhan, belajar bersabar dan menikmati proses yang diberikan. Shandy percaya sekarang Tuhan tengah melatihnya untuk menjadi istri yang baik dan suatu saat jika Tuhan telah berkehendak, ia pasti akan menjadi seorang ibu di waktu yang tepat.

Setuju sekali dengan pemikiran Mbak Shandy. Karena anak adalah pemberian Tuhan yang kita tidak tau kapan datangnya, maka yang dapat kita lakukan hanyalah berdoa dan berusaha tanpa berhenti bersyukur atas apa yang sudah ada. Pernikahan bukan hanya soal anak saja, tapi bagaimana pasangan saling melengkapi dan menghargai satu sama lain. Next

Apakah Kamu Setuju?

next page