Seleb Indonesia

Asty Ananta Potong Rambut Demi Peduli Penderita Kanker

Oleh -
Asty Ananta via metrotvnews
Asty Ananta via metrotvnews

Presenter cantik Asty Ananta menjadi salah satu wanita yang merelakan memotong rambut panjang indahnya menjadi pendek demi menggalang dana bagi gerakan kemanusiaan peduli terhadap anak-anak pasien penderita kanker. Hal ini dia lakukan saat mengikuti acara Shave for Hope 2015 yang berlangsung di Lippo Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (6/9).

Presenter dan bintang iklan ini mengaku sebelum rambut panjangnya dipotong pendek, dia meminta izin lebih dahulu kepada ibunya, beberapa rumah produksi, dan brand yang telah menjalin kontrak kerja dengannya. Asty yang selama 20 tahun merawat rambut panjangnya, sempat meneteskan air mata ketika rambutnya mulai dipotong.

“Udah 20 tahun lebih aku nggak pernah potong rambut pendek. Namun kali ini sangat ingin membantu adik-adik yang berjuang melawan kanker. Rasanya senang, bahagia, bersyukur, bisa bantu adik-adik yang kena kanker. Momen potong rambut ini bisa berguna bagi orang lain,” kata Asty Ananta di Avenue of Stars Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (6/9).

Berangkat dari kepeduliannya terhadap anak-anak, wanita kelahiran Semarang 19 Juni 1984 itu mengaku tergerak melakukan suatu kepedulian terhadap anak-anak penderita kanker. “Mudah-mudahan acara ini bisa menggerakkan banyak orang untuk lebih peduli terhadap anak-anak penyandang kanker,” ujarnya.

Selain Asty Ananta, sederet artis papan atas Tanah Air lainnya juga turut ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial ini. Mereka adalah Indra Bekti, Sogi Indra Dhuaja, Tora Sudiro, Danang Postman, Adit Insomnia, Ananda Omesh, Betrand Antolin, Endah N Rhesa, Alexander Thian, dan masih banyak lagi lainnya turut hadir dalam acara tersebut.

Kegiatan tersebut merupakan kampanye penggalanan dana untuk meringankan beban anak-anak yang menderita kanker. Dana yang terkumpul akan disalurkan ke Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia (YPKAI-C3). Shave for Hope 2015 berhasil mengumpulkan dana Rp 1,1 miliar dan 3.281 orang peserta. Setiap kepala yang dicukur dihargai Rp 100.000 oleh donatur. Next

Apakah Kamu Setuju?

next page