Entertainment Seleb Indonesia

Anak Jeremy Thomas Dianiaya Polisi Hingga Masuk Rumah Sakit, Ina Thomas Minta Keadilan

Oleh -

Lama tak muncul di layar kaca, keluarga Jeremy Thomas hadir dengan kabar yang tak sedap. Anak pertama Jeremy Thomas mengalami musibah yang tak terduga. Axel Matthew kabarnya dikeroyok oleh oknum Satuan Narkoba Polres Bandara Soekarno Hatta.

Anak pertama Jeremy Thomas tersebut dituduh serta dipaksa mengakui jika diirnya memakai nakoba. Axel Matthew dikeroyok serta dianiaya oleh oknum tersebut hingga mengakibatkan luka memar di bagian wajah, tangan, kaki, dan punggung. Dengan kondisi memar yang cukup banyak, ia harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Kabar ini disampaikan oleh istri Jeremy Thomas dalam akun Instagram pribadinya. Ia mengunggah sebuah foto dimana tangannya tengah menggenggam tangan anaknya yang sedang di infus. Dalam captionnya, ia menuliskan agar anaknya lekas sembuh.

Ina Thomas mengungkapkan kesedihannya atas kejadian ini melalui Instagram Story milknya. Ia merasa sedih saat sang anaknya bertanya ‘mengapa dari ribuan anak, malah Matthew yang menerima musibah ini?’. Matthew mengungkapkan bahwa ia sama sekali tidak mengetahui apa kesalahannya sampai dijebak dan dipukuli oknum tersebut, padahal dirinya hanya orang biasa bukannya anak pejabat.

Mulanya Matthew mengira jika oknum tersebut adalah perampok, sehingga ia berlari kencang kemudian membuang handphone miliknya supaya diambil oleh mereka. Tapi bukannya berhenti mengejar lalu mengambil handphone, mereka malah menghujani Matthew dengan tembakan sebanyak empat kali. Untungnya tembakan tersebut meleset, dan tidak merenggut nyawa Matthew.

Melihat anaknya menjelaskan peristiwa tersebut dengan mata berkaca-kaca, Ina mengaku sebagai ibu hatinya hancur. Ia menginginkan oknum yang diduga polisi ini dapat diadili seadil-adilnya. Para netizen yang mengetahui kabar ini juga ikut merasa sedih, mereka juga ingin agar oknum-oknum tersebut diadili. Semoga kondisi psikis dan kesehatan Matthew segera membaik ya! Next

loading...

Apakah Kamu Setuju?