Seleb Indonesia

4 Fakta Tentang Ridzky, Anak Pertama Farhan Yang Berpulang Mendahului Ayahnya

Oleh -

Orang tua mana yang tidak bersedih dan berlinang air mata saat ditinggal berpulang lebih dulu oleh anaknya yang selama ini dibesarkan dengan penuh cinta kasih. Kesedihan seperti itu kini juga dirasakan oleh seorang selebritis sekaligus presenter kondang, Mohammada Farhan.

Anak sulungnya yang bernama Muhammad Ridzky Khalid (Ridzky) dikabarkan telah meninggal dunia karena penyakit leukimia yang dideritanya. Seperti apakah sosok almarhum Ridzky ini? Berikut ini adalah sepenggal informasi tentang anak sulung Farhan semasa hidup

1. Terlahir Sebagai Anak Berkebutuhan Khusus

Pernikahan Farhan dengan Aryatri pada 27 September 1998 memberikan keduanya dua orang putra yaitu Muhammad Ridzky Khalid (Ridzky), lahir di Jakarta 20 Juni 1999 dan Muhammad Bisma Wibisana, lahir di Jakarta 11 Juni 2001. Betapa gembiranya Farhan saat menyambut kelahiran putra pertamanya tersebut. Ia bersukur dengan rezeki yang diberikan tuhan berupa anak laki-laki.

Farhan dan Ridzky
Farhan dan Ridzky [image source]
Baru beberapa bulan lahir, Ridzky mulai memiliki masalah pada kesehatannya ia juga kerap dirawat di rumah Sakit. Sampai akhirnya di saat umur Ridzki menginjak 18 bulan, Farhan mulai melihat ada masalah lain pada diri anaknya tersebut. Untuk anak seusianya, Ridzky terlalu sibuk dengan dirinya sendiri dan kurang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Setelah berkonsultasi dengan para psikolog ternyata Ridzky didiagnosis mengidap autistik.

2. Sumber Kekuatan untuk Orang Tuanya

Farhan dan Aya sapaan untuk istrinya, berusaha menerima kondisi anaknya yang berkebutuhan khusus tersebut. “Saat usia Ridzky 18 bulan, kami menangkap adanya masalah pada kemampuan reaksi Ridzky terhadap lingkungan sekitarnya. Ia sangat “anteng” dan asyik dengan dirinya sendiri” ujar Farhan. Memamang awalnya Farhan menyesalkan dan menolak kondisi Ridzky. Tapi seiring berjalannya waktu, Farhan tentu sadar bahwa Anaknya tersebut adalah karunia Tuhan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Farhan dan Keluarga
Farhan dan Keluarga [image source]
“Pada awalnya saya menolak menerima kondisi ini dan berharap Ridzky bisa kembali NORMAL. Hati dan pikiran saya hanya tertanam satu hal – WE’LL GET OVER THIS! Saya yakin gejala autistik ini akan hilang seiring dengan tumbuh kembangnya Ridzky. Namun rasa optimis ini hanya beda tipis dengan penyangkalan diri” tambah Farhan.

3. Sejak Bayi Sudah Sering Bolak Balik Dioperasi

Sebagai orang tua Farhan adalah orang yang cukup tegar. mMengingat belum genap dua bulan ia menimang buah hatinya yang pertama, anaknya tersebut harus bolak balik masuk ruang operasi. Ridzky bayi harus berjuang melawan penyakitnya, ia terkapar tak berdaya di ruang ICU karena bakteri straptococus menyerang paru-paru hingga paru-paru bagian kirinya bermasalah.

Farhan dan Ridzky
Farhan dan Ridzky [image source]
Setelah melakukan operasi pada bagian paru-parunya, Ridzky masih harus menjalai operasi sekali lagi yaitu untuk menghentikan infeksi di persendian mata kakinya. masa-masa kritis yang dialami oleh buah hatinya itu, membuat Farhan jadi begitu hati-hati dalam mengawasi tumbuh kembang anaknya.

4. Meninggal Karena Leukimia

Meski berkebutuan khusus, Ridzky tumbuh menjadi anak yang memberikan kebahagiaan untuk orang tuanya, bahkan sampai ia mengehembuskan nafas terakhir di usia yang masih sangat muda. Kakak dari Bisma tersebut meninggal dunia karena mengidap Leukimia. Tentu Farhan menyimpan duka tersendiri karena ternyata penyakit leukimia itu baru diketahui tiga minggu sebelum kepergian Ridzky.

Farhan dan Ridzky
Farhan dan Ridzky [image source]
Ridzky belum sempat menerima perawatan secara maksimal. “Enggak sempat (kemotherapy). Begitu mau kemo enggak keburu, sudah keburu koma, ya pas ketahuan sudah parah, sudah stadium lanjut,” ucap Eka, manajer Farhan.

Itulah beberapa hal tentang Ridzky anak farhan yang meninggal dunia karena Leukimia. Selamat jalan Ridzky, semoga kamu beristirahat dengan tenang dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Next

Apakah Kamu Setuju?

next page