Seleb Indonesia

Meninggal Mendadak, Wajah Sys NS Pucat dan Tidur di Lantai

Oleh -

Dunia selebritis dikejutkan dengan kabar kematian mantan penyiar radio sekaligus politisi partai Demokrat, Sys NS. Pria bernama asli Haryo Heroe Syswanto Ns. Soerio Soebagio itu dipastikan meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) hari Selasa (23/1) kemarin pada pukul 12.30 WIB.

© KapanLagi.com®

Kematian Sys yang mengejutkan ini jelas membuat banyak pihak tak percaya. Tak hanya publik, Shanty Widhiyanti yang adalah istri dari Sys juga mengaku cukup shock atas berpulangnya pria berusia 61 tahun itu dengan mendadak. Dalam penuturannya dengan Tribun Seleb, Shanty sudah merasakan firasat buruk saat suami tercintanya itu dibawa ke rumah sakit.

Diduga kuat meninggal dunia karena serangan jantung, Sys sempat mengalami perut kembung di malam harinya. Namun beberapa jam sebelum menghembuskan nafas terakhir, pria yang pernah jadi figuran di film KABUT SUTRA UNGU (1979) sudah makan. Kondisi tubuhnya yang tampak baik-baik saja itu membuat Shanty dan ketiga anaknya, Syanindita Trasysty, Sabdayagra Ahessa, dan Sadhenna Sayanda benar-benar terpukul.

Mendiang Sys bersama istri tercinta, Shanty

“Tadi pagi beliau sehat, sarapan dan bilang ke anaknya untuk dipesankan Uber karena mau ke Cibubur. Terus saya nggak tahu, tiba-tiba anak saya yang satu lagi pulang dan bilang kok beliau tidur di lantai. Mas Sys memang suka tiduran di lantai, katanya dingin. Cuma yang ini, mukanya sudah pucat, dingin dan saya udah gemetar sendiri. Udah nggak tahu mau dibawa ke mana,” kisah Shanty pilu di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

Hanya saja ketika mendiang Sys dibawa ke UGD RSPI sekitar pukul 11.00 WIB dan dipacu pernafasannya oleh alat pompa jantung selama 40 menit, detak jantung Sys sudah menghilang dan membuat tim medis menyerah. Setelah dipastikan meninggal dunia, jenazah Sys langsung dibawa ke rumah duka sekitar pukul 15.08 WIB.

Kompas melaporkan jika beberapa rekan selebritis dan politisi berdatangan ke rumah duka seperti Cut Kete, Nurul Arifin, Eko Patrio dan Anwar Fuady. Next

Apakah Kamu Setuju?

next page