Entertainment Film Seleb Indonesia

Sinetron Superhero yang Bikin Anak 90an Nggak Beranjak dari Depan TV, Ada Kabar Baru di Nomor 4!

Oleh -

Siapa nih yang udah nonton Spiderman Homecoming atau Wonder Woman? Atau udah nonton film Power Ranger yang rilis Maret 2017 kemarin?

Tapi disini kita nggak akan membahas soal film-film yang disebutkan itu ya. Indonesia juga punya superhero lho. Generasi 90-an pasti tau deh siapa mereka. Ayo deh sekalian baca ulasan berikut ya!

1. Saras 008

Seorang siswi SMA bernama Saraswati sedih karena ditinggal mati kucingnya yang sudah dianggap sahabatnya sendiri. Ketika dia tidak mau makan dan tidak bisa tidur karena kehilangan yang mendalam, arwah kucing itu masuk ke raga Saraswati sehingga ia menjadi pahlawan dan dikenal sebagai Saras 008. Sinetron pahlawan berkostum serba hitam-putih dengan menggunakan topeng ini ditayangkan di televisi Indonesia pada tahun 1998 hingga 2000. Pahlawan dengan julukan Pahlawan Kebajikan ini diperankan oleh Sindy Dewiana yang setelah belasan tahun, menurut biodata Instagram pribadinya di @sdewiana, ia adalah pelatih senam dan pelatih senam ritme. Selain itu, perempuan yang dulunya dikenal sebagai pahlawan berambut panjang dan kini telah memutuskan berhijab ini juga melatih tari.

2. Panji Manusia Milenium

Panji Manusia Milenium tayang pada tahun 1999 dan tamat pada tahun 2000 di RCTI. Menceritakan kisah tentang Superhero gagah dan selalu membela kebenaran melawan musuh-musuhnya tetapi ketika menjadi manusia biasa, Panji adalah seorang lelaki yang merawat anak-anak di Panti Asuhan bersama dengan jurnalis cerrdas yang diperankan oleh Tia Ivanka. Sayangnya, sinetron Superhero asal Indonesia ini menghilang begitu saja. Superhero dengan kostum hitam-perak ini diperankan oleh Primus Yustisio yang setelah terjun di dunia politik wajahnya jarang terlihat di layar televisi Indonesia. Sedangkan Tia Ivanka sendiri sekarang memutuskan menetap di Bali dan berkumpul bersama anak kesayangan juga keluarganya.

3. Gerhana

Sinetron yang membuat penonton generasi 90-an tidak beranjak dari depan televisi ini menceritakan tentang seorang anak yang istimewa dibandingkan manusia pada umumnya. Berkat fenomena Gerhana Matahari Total, anak istimewa bernama Gerhana ini bisa membuat apa pun yang ada di depannya terpental ketika ditatap tajam oleh matanya. Gerhana dalam sinetron yang tayang di RCTI pada tahun 1999 hingga 2000 ini diperankan oleh aktor tampan Pierre Rolland. Kisah Superhero yang dibungkus secara komedi ini juga memiliki kisah romantis antara Gerhana dan Bulan, yang diperankan oleh Dina Lorenza. Sama seperti pemeran Superhero lainnya, Pierre Rolland kini sudah tidak berkecimpung di dunia hiburan pertelevisian Indonesia. Pierre beserta keluarganya tinggal di Macau, China dan memfokuskan diri pada kegiatan keagamaan. Berbeda dengan Pierre, Dina Lorenza masih aktif di dunia hiburan Indonesia. Wajahnya beberapa kali tampil, seperti di sinetron Tukan Bubur Naik Haji The Series.

4. Wiro Sableng 212

Wiro Sableng 212 adalah satu-satunya sinetron pahlawan yang lebih tradisional dibandingkan ketiga pahlawan yang disebutkan diatas. Sinetron yang diadaptasi dari novel berjudul sama ini, menggunakan kekuatan bela diri dan senjata-senjata tradisional namun memiliki kekuatan tersendiri untuk melawan musuh-musuh Wiro Sableng. Pahlawan kocak ini diperankan oleh 3 pemeran di semua seri yaitu Tony Hidayat, Ken Sukendro kemudian Abhie Cancer. Ken Sukendro yang dinilai paling mewakili sosok konyol Wiro Sableng kini menjadi seorang petani yang sukses dalam bidangnya. Sinetron yang dikenal dengan bagian akhir lagu “muridnya sableng, gurunya gendeng” ini dikabarkan akan di-remake oleh anak pembuat karakter Wiro Sableng yang tak lain adalah aktor ganteng Vino G. Bastian. Dipercaya akan menghidupkan sosok Wiro Sableng 212 lagi, Vino yang akan memerankan sosok pendekar asal Indonesia itu.

Bisa dikatakan jaman-jaman terbaik adalah pada tahun 90-an di mana kita bisa menikmati serunya serial pahlawan-pahlawan yang sudah dibahas tadi. Kalau menurut kalian, pahlawan Indonesia mana yang paling membekas di hati? Next

Apakah Kamu Setuju?