Film

Setan Jawa, Film Bisu Karya Garin Nugroho

Oleh -

Sineas Garin Nugroho mempersembahkan sebuah film bisu yang mengangkat mitologi Jawa. Dia juga menyesuaikannya dalam film tari kontemporer yang terinspirasi dari karya Friedrich Wilhelm Murnau, Nosferatu. Film yang berjudul Setan Jawa itu akan diiringi dengan orkestra musik gamelan secara langsung yang dibuat oleh Rahayu Supanggah.

Bercerita tentang kisah cinta dan tragedi kemanusiaan dengan latar waktu awal abad ke-20. Setio yang merupakan seorang pemuda dari desa miskin jatuh cinta terhadap Asih, seorang putri bangsawan Jawa. Lamaran yang ditolak membuat Setio mencari keberuntungan lewat kesepakatan dengan setan yang dikenal sebagai Pesugihan Kandang Bubrah untuk mencari kekayaan dan nantinya dapat melamar Asih.

Setio akhirnya menjadi kaya dan menikah dengan Asih, mereka hidup bahagia dalam rumah Jawa yang megah. Asih lalu mengetahui bahwa suaminya menjalani laku pesugihan kandang bubrah. Asih yang sangat mencintai suaminya itu kemudian menemui setan pesugihan. Asih meminta pengampunan pada setan agar suaminya pada saat kematiannya nanti tak menjadi tiang penyangga dalam rumahnya tersebut.

Setan Jawa, Film Bisu Karya Garin Nugroho via detik
Setan Jawa, Film Bisu Karya Garin Nugroho via detik

Garin Nugroho sebagai produser sekaligus sutradara mengatakan film ini akan menyatukan perspektif kontemporer dengan tari tradisi, musik, fashion dalam ruang bebas intrepretasi. “Setan Jawa dikisahkan dalam bingkai sejarah pada periode awal abad ke-20 sebagai konsep waktu yang menarik untuk dieksplorasi. Memungkinkan ekspresi film ini bergerak antara tradisi dan kontemporer dan dalam beragam silang disiplin dan budaya,” katanya.

Perilisan film Setan Jawa di Jakarta merupakan penampilan pertama sebelum diputar pada world premier di Opening Night of Asia Pacific Triennial of Performing Arts di Melbourne pada Februari 2017 mendatang yang menjadi film bisu hitam putih Indonesia dengan iringan musik gamelan ditampilkan secara langsung ketika pemutaran film. Setidaknya sudah ada enam negara yang melirik sinema mengenai mitologi Jawa tersebut.

Selama pemutaran di Indonesia, film itu akan diiringi oleh orkestra gamelan secara langsung yang dibawakan langsung oleh 20 pengrawit. Pemutaran di Australia juga demikian dengan penambahan orkestra musik megah dari Arts Centre Melbourne. Tapi pemutaran di negara lain mengeksplorasi iringan musik dalam genre berbeda seperti musik rock, musik klasik. Hal ini merupakan terobosan memastikan film diinterpretasi secara bebas oleh banyak seniman.

Film bisu hitam putih ini sebagai perayaan 35 tahun Garin Nugroho berkarya di industri film. Garin Nugroho dan Rahayu Supanggah yang dipertemukan kembali setelah 10 tahun yang lalu berkolaborasi dalam proyek Opera Jawa. Film ini juga akan menampilkan Asmara Abigail sebagai Asih, Heru Purwanto sebagai Setio, dan Luluk Ari sebagai Setan Jawa. Next

loading...

Apakah Kamu Setuju?