Musik

Video Klip Katy Perry “Rise” Menuai Komentar Negatif

Oleh -

Lagu Rise milik penyanyi Katy Perry terpilih menjadi salah satu lagu tema di Olimpiade 2016 yang digelar di Rio de Janeiro, mulai 6 sampai dengan 27 Agustus 2016. Dengan bangganya, Katy pun akhirnya resmi merilis video klip lagu tersebut. Video klip itu pun ternyata sudah lama dinanti para penggemar dan masyarakat dunia.

Dalam video yang disutradarai Paul Gore, diproduksi Matthew Ayriss dan Danny Lockwood itu, Katy terlihat berjuang saat menarik parasut merah muda di bawah air dan menggantung di tebing berbatu. Dengan sekuat tenaga, dia berusaha menerbangkannya meski mendapat halangan yang sangat cukup besar. “Melalui darah, keringat yang banyak, dan air mata, kami terus bangkit. Akhirnya, ini video baru saya untuk #RISE,” tulis Katy Perry di akun Twitternya.

Katy Perry via okezone
Katy Perry via okezone

Wanita berusia 31 tahun itu ingin memberikan interpretasi literal tentang konsep berjuang, menaklukkan rasa takut, dan bertahan di videonya. Berlatar beberapa lokasi ekstrem, video klip Rise ini menunjukkan usaha Katy yang pantang menyerah. Tidak hanya bertahan, Rise mengajarkan untuk jangan menyerah dengan keadaan kita. Lagu itu juga menggambarkan tentang perjuangan yang dilakukan akan berbuah hasil manis.

Meski begitu, lagu tersebut tak luput dari komentar negatif. Lagu itu mendapatkan kritikan pedas dari ayah Nick Jonas, Kevin Jonas Sr yang mengungkapkan video Rise plagiat dari lagu Olivia Somerlyn yang rilis pada tahun 2014 lalu. Bahkan, Kevin Jonas mengunggah beberapa foto yang membandingkan video Katy Perry dan Olivia Somerlyn. Pada satu adegan, terlihat Katy dan Olivia sama-sama berada di dalam parasut.

Lalu Katy dan Olivia tengah duduk. Terakhir keduanya menarik parasut. “Aku suka lagu baru Katy Perry. Tapi video Rise tampaknya mirip dengan milik Olivia Somerlyn,” tulis Kevin Jonas. Lagu Rise milik Katy Perry tersebut disebut-sebut terpilih lantaran menampilkan semangat membara yang cocok dengan suasana pertandingan olahraga bergengsi itu. Next

Apakah Kamu Setuju?