Seleb Indonesia

4 Tahun Berjuang Melawan Kanker Payudara, Pesinetron Renita Sukardi Tutup Usia

Oleh -

Kabar duka kembali melanda dunia hiburan tanah air kita. Artis cantik Renita Sukardi yang merupakan pemain sinetron Tukang Ojek Pengkolan meninggal dunia pukul 08.00 pagi ini. Renita Sukardi yang akrab dengan panggilan Iren Sukardi ini menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Kabar duka meninggalnya Iren Sukardi pertama kali dibagikan oleh artis Nova Eliza melalui akun twitter pribadi miliknya. “inalillahi wainalillahi rojiun. semoga masuk syurga @IrenSukardi . Mohon dosa iren dimaafkan ya,” tulis Nova beberapa saat yang lalu. Berikut perjuangan Iren Sukardi dan ketabahan suami melawan kanker payudara selama hampir 4 tahun lamanya.

1. Meninggal karena kanker payudara stadium 3B

Iren meninggal akibat kanker payudara yang dideritanya. Sebelumnya telah diketahui bahwa Iren mengidap kanker payudara stadium 3B sejak tahun 2014. Sempat sembuh dari penyakitnya, ia kembali aktif di dunia hiburan dan aktif bermain sinetron.

Namun sayangnya, tahun 2016 lalu kanker payudara yang menggerogoti tubuh Iren kembali menyebar hingga kebeberapa organ lain seperti liver, paru-paru, dan tulang. Diketahui bahwa kanker payudara yang diderita Iren Sukardi adalah keturunan genetik yang didapat dari sang ibu.

2. Melawan kanker payudara stadium 3 didampingi suami yang setia

Saat para penderita kanker kebanyakan ditinggalkan oleh sang suami yang juga sibuk untuk mencari nafkah demi biaya pengobatan, berbeda dengan Iren. Hilmi, sang suami sama sekali tidak meninggalkan Iren sendirian ketika dirawat di rumah sakit ataupun di rumah. Bahkan Hilmi rela bertukar peran dengan Iren.

Hilmi rela bangun pagi untuk memandikan anak, menyiapkan bekal untuk anak, ia juga dengan sukarela memandikan Iren di tempat tidur. Hebatnya lagi, Hilmi sama sekali tidak pernah mengeluh atas segala tugas yang harus ia emban. Bahkan saat Iren sedih akibat penyakit yang dideritanya, Hilmi setia mendampingi dan mengingatkan bahwa Iren harus kuat dan ikhlas agar Allah mau mengambil penyakit Iren.

3. Selama sakit harus rela menelan 11 pil setiap hari

Serangan kanker payudara yang telah menggerogoti beberapa bagian tubuh Iren lainnya, menyebar hingga tulang belakang. Ini mengakibatkan tubuhnya semakin melemah setiap harinya. Sebelumnya, demi menghambat penyebaran sel-sel kanker ini, Iren harus mengkonsumsi 11 butir pil setiap harinya.

Setiap bulan ia juga harus diinfus zometa atau dengan menggunakan obat asam zoledronat untuk menguatkan tulang. Iapun harus merogoh kocek yang tak murah untuk pengobatan yang dijalaninya. Pil yang harus ia konsumsi selama 5 hari harus ditebus seharga 2,8 juta, sementara infus zometa yang harus diberikan setiap bulan harus ditebus seharga 4 juta rupiah.

4. Selama sakit kanker menolak untuk dirawat di rumah sakit

Jika kebanyakan artis sakit memilih dirawat di rumah sakit, berbeda dengan Iren yang lebih memilih untuk dirawat di rumah. Alasan Iren lantaran susahnya mendapat kamar di rumah sakit, terlebih lagi ia takut kalau satu kamar digunakan ramai-ramai. Ada rasa parno yang melingkupi dirinya. Akhirnya Iren memilih untuk dirawat di rumah agar bisa lebih dekat dengan anak dan suami. Ia rela bolak-balik rumah sakit supaya memiliki waktu bahagia lebih banyak dengan anaknya.

Selamat jalan Iren, semoga amal ibadah diterima Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran. Next

Apakah Kamu Setuju?

next page