Seleb Indonesia

Maudy Ayunda Sukses Jadi Dubber Film Animasi Battle Of Surabaya

Oleh -
Maudy Ayunda via kapanlagi
Maudy Ayunda via kapanlagi

Artis cantik Maudy Ayunda harus bersaing dengan dua rekan sesama profesi, yakni Melody JKT48 dan Sherina Munaf untuk menjadi pengisi suara karakter Yumna dalam film animasi Battle of Surabaya. Hal ini tentu saja berdasarkan hasil polling di media sosial.

“Kami melibatkan pemirsa. Alasan kenapa kami memilih Maudy Ayunda berdasarkan pilihan polling di Facebook. Pilihan ada Melody JKT48 dan Sherina, tapi hasil polling memenangkan Maudy,” tutur sutradara Battle of Surabaya Aryanto Yuniawan di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (18/8).

Maudy sendiri mengaku mendapat pengalaman berharga saat menjadi dubber atau pengisi suara di film ini. Banyak hal yang harus dilewati artis multi talenta ini saat menjalani proses dubbing. Saat recording, dia ditinggal sendiri di sebuah ruangan khusus selama berjam-jam. Dia diharuskan beradu akting dengan suara lawan mainnya, Reza Rahadian dan Ian Saybani.

“Jadi setelah latihan berbulan-bulan, selama beberapa hari aku masuk sendirian ke ruang recording. Susah banget dapetin emosi karakter suara, jadi harus didalami. Menariknya, aku berdialog tanpa lawan main,” kata Maudy Ayunda.

Dara yang kini berkuliah di Universitas Oxford itu mengaku sampai menangis ketika proses recording karena membutuhkan emosi agar lebih mendapat perasaan suara dari tokoh yang dibawakannya. “Ada scene sedih di mana diharuskan nangis dan takenya aku menitikkan air mata,” lanjutnya.

Maudy merasa bangga bisa berkontribusi dalam film animasi lokal ini. Terlebih peran Yumna yang diperankannya merupakan sosok gadis tangguh dan mencintai negerinya. “Bangga bisa terlibat film yang visualnya keren ini. Belum lagi pas dubbing adegan berantem, aku diminta mengarang bebas seolah sedang menjalani sungguhan,” imbuhnya.

Film animasi Battle of Surabaya sendiri mengisahkan tentang Musa yang merupakan remaja penyemir sepatu yang hidup ketika peperangan 10 November 1945 di Surabaya, Jawa Timur terjadi. Musa kemudian membawa misi sebagai kurir surat-surat pribadi tentara dan milisi pejuang. Bersama dengan Yumna dan Danu, Musa banyak mengalami berbagai petualangan dalam menjalani tugasnya. Film ini rencananya akan diputar di bioskop Indonesia mulai 20 Agustus mendatang. Next

Apakah Kamu Setuju?