Seleb Indonesia

Mengenang Kisah Anak Iwan Fals, Galang Rambu Anarki

Oleh -

Sembilan tahun berlalu semenjak kepergian anak musisi legendaris Iwan Fals, Galang Rambu Anarki. Namun kenangan tentangnya sebagai seorang musisi yang berbakat tak akan pernah hilang. Galang sempat membentuk sebuah band bernama Bunga pada tahun 1996, di mana dia sebagai gitaris. Bahkan Bunga sempat merilis album perdana mereka pada tahun 1997.

Sayang kesuksesan album tersebut tak pernah disaksikan oleh Galang. Sebelum resmi dirilis, pria kelahiran 1 Januari 1982 ini meninggal dunia. Karenanya sebagai bentuk penghormatan terakhir, album ini diberi judul Untukmu Galang. Album debut ini meraup kesuksesan besar dengan angka penjualan mencapai 500.000 keping dengan single hits berjudul Kasih Jangan Kau Pergi. Untuk standard band baru, angka tersebut bisa dibilang cukup fantastis.

Galang Rambu Anarki via liputan6
Galang Rambu Anarki via liputan6

Kasih Jangan Kau Pergi sendiri memang memberikan pengaruh besar di dunia musik, bahkan beberapa tahun setelah kepergian Galang. Dengan aransemen sederhana tapi menyentuh, lagu ini berhasil membuat banyak orang terpukau. Lagu itu juga sempat diaransemen ulang oleh Yoda Idol. Dibawakan dalam versi yang lebih rocky, namun kekuatan lagu ini masih bisa membuat banyak orang terharu saat mendengarnya.

Sementara itu, Galang Rambu Anarki juga menjadi inspirasi musik Iwan Fals. Namanya jadi salah satu lagu populer yang pernah diciptakan sang ayah. Dalam lagu itu tergambar jelas dalam liriknya, bahwa lagu itu memang didedikasikan untuk sang anak yang ketika itu baru saja dilahirkan. Di tengah berbagai masalah sosial yang muncul pada saat itu, Iwan mencoba memberikan pengertian pada anaknya agar menjadi sosok yang kuat.

Ungkapan kasih sayang Iwan kepada Galang pun tersirat dalam lirik yang berisi permintaan maaf karena tidak mampu memberikan yang terbaik kepada anaknya. Walau hal itu sangat bertentangan dengan nurani Iwan, namun kondisi sulit membuatnya harus menyerah. Tak hanya bicara tentang kasih sayang, lagu ini memang mewakili suara banyak orang saat itu. Ketidakstabilan ekonomi telah membuat banyak kesusahan untuk rakyat Indonesia. Next

Apakah Kamu Setuju?