Entertainment Film

5 Fakta Film Kartini, Inspirasi Bagi Wanita Hingga Membuat Najwa dan Ahok Menangis

Oleh -

Sampai kapanpun R.A Kartini akan selalu menjadi sosok yang menginspirasi seluruh wanita Indonesia. berkat dirinyalah para wanita kini bisa mendapatkan pendidikan yang setara. Karena bagaimanapun pendidikan itu penting bagi setiap wanita sebagai bekal mendidik anak-anaknya.

Jika selama sosok Kartini hanya bisa kita kenal lewat buku, kini kamu bisa menyaksikan bagaimana sih gambaran sosok R.A Kartini dalam sebuah film hasil garapan sutradara Hanung Brahmantyo. Kira-kira bakal seperti apa ya filmnya? Ini dia sedikit bocoran tentang film Kartini yang kini tengah tayang di bioskop kesayangan kamu.

1. Kartini digambarkan bukan sosok emansipasi, tetapi sebagai tokoh pendidikan

Selama ini R.A Kartini dikenal sebagai sosok emansipasi oleh banyak wanita. Sang Sutradara, Hanung Bramantyo ingin mencoba menyajikan sudut pandang R.A Kartini dari sisi yang berbeda. Ia ingin Kartini ini bisa menjadi sosok inspirasi bagi para generasi kekinian, sehingga Hanung mencoba menampilkan Kartini sebagai tokoh pendidikan. Film ini juga dibuat sebagai upaya untuk membangun ulang pengetahuan masyarakat tentang tokoh-tokoh sejarah Indonesia yang sangat berpengaruh.

2. Diperankan oleh artis-artis berkelas Indonesia

Sempat mengalami penundaan proses produksi selama satu tahun karena butuh riset yang lebih dalam, akhirnya Hanung Brahmantyo bisa menghadirkan sosok Kartini ke layar lebar dengan bantuan artis-artis papan atas Indonesia yang namanya sudah tak asing lagi.

Dari sekian banyaknya artis cantik Indonesia, Dian Sastro adalah artis yang dinilai Hanung paling tepat memerankan sosok R.A Kartini. Selain Dian Sastro, ada bintang-bintang lain seperti Ayushita Nugraha, Acha Septriasa, aktris senior Christine Hakim, Deddy Sutomo, Reza Rahadian, Dwi Sasono, Djenar Maesa Ayu, dan Denny Sumargo.

3. Jadi Kartini, Dian Sastro sampai mabok Bahasa Belanda

Demi mendalami peranya sebagai sosok Kartini, Dian Sastro tak hanya harus jago dalam memahami adat istiadat Jawa tetapi ia juga harus belajar Bahasa Belanda. Dalam film ini Dian Sastro harus menghafalkan banyak dialog berbahasa Belanda dengan aksen yang tepat. Ada 64 line berbahasa Belanda yang harus ia hafalkan.

4. Sempat minta restu ke makam Kartini

Selain mempelajari tentang adat istiadat Jawa yang dipegang teguh oleh para keturunan bangsawan, Dian juga menyempatkan diri pergi ke Jepara untuk menyaksikan langsung kamar pingitan R.A KArtini, dan tempat-tempat Kartini dalam menjalani kehidupannya selama ini.

Ia juga berkunjung ke Rembang yang merupakan makam dari Kartini. Di sana Dian mengirimkan doa berupa surat Al Fatihah sebagai simbol dari minta restu agar semua berjalan lancar. Lalu mampir ke rumah suami Kartini yang masih terjaga originalitasnya. Kamar mandinya masih belum berubah. Kasur tempat dia melahirkan dan meninggal, mengembuskan napas terakhir, semua masih lengkap.

5. Berhasil buat Ahok dan Mata Najwa menangis serta Dewi Sandra terharu

Tayang premier sejak 19 April lalu, film Kartini menyedot banyak perhatian bukan hanya dari kalangan pecinta film tetapi juga dari kalangan para artis dan politikus. Menurut Dewi Sandra, film ini adalah film yang sempurna dengan pemain-pemain yang luar biasa. Bukan hanya sebatas hiburan, film Kartini juga memberikan edukasi tentang pentingnya pendidikan bagi wanita serta sikap berbakti pada orang tua.

Bagi Dewi setiap wanita berhak memiliki kebebasan untuk menentukan apa yang mereka inginkan, tetapi juga harus memiliki rasa bakti terutama terhadap orang tua. Ia merasa terharu melihat ada wanita pada zaman itu punya pemikiran yang jauh dari perempuan lainnya. Sementara Najwa Sihab dibuat menangis oleh film ini lantaran akting aktris senior, Chritine Hakim yang sangat mengharukan. Sedangkan menurut Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama film ini sangat bagus dan menginspirasi sampai-sampai membuatnya ingin menangis.

“Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya.” R.A Kartini. Seperti kata R.A Kartini, semoga film ini bisa menjadi inspirasi bagi wanita diluar sana bahwa pendidikan bagi wanita itu sangat penting.

  Next

Apakah Kamu Setuju?