Holywood

Devon Staples Tewas Saat Menyalakan Kembang Api di Kepala

Oleh -
Devon Staples via metrotvnews
Devon Staples via metrotvnews

Mantan aktor Disney World, Devon Staples tewas saat berusaha meluncurkan kembang api di kepalanya dalam perayaan Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat 4 Juli (Fourth of July).
Devon merayakan hari kemerdekaan di halaman belakang rumah seorang teman ketika dia mulai bermain-main dengan tabung kembang api.

Saat itu, Devon Staples sedang berpesta minuman dengan temannya di sebuah taman ketika insiden fatal itu terjadi. Devon memeriahkan suasana dengan menyalakan kembang api. Pria berusia 22 tahun tersebut meletakkan tabung di atas kepalanya dan tanpa sengaja menyulut api pada sumbunya.

Kembang api tersebut menyala tepat di atas kepalanya dan membuat Devon tewas seketika. “Tuan Staples menaruh sebuah kembang api tipe peluncur mortir di kepalanya, kemudian menyalakannya. Dia tewas seketika,” kata Stephen McCausland, juru bicara Departemen Keamanan Publik di Calais, wilayah timur negara bagian Maine, Amerika Serikat.

Kakak korban, Cody Staples melihat langsung insiden nahas itu beberapa meter langsung di depan matanya. “Dia secara tidak sengaja menyalakan kembang api di kepalanya.¬†Saya yang pertama tiba di sana. Saya tidak berusaha melarikannya ke rumah sakit. Sudah tidak ada lagi Devon tersisa saat saya di sana,” ucap Cody Staples.

“Ini adalah kecelakaan aneh. Insiden itu benar-benar sangat mengerikan. Akan tetapi Devon bukanlah tipe orang yang akan suka melakukan hal-hal bodoh. Dia tipe orang yang berpura-pura melakukan sesuatu hal yang bodoh hanya untuk sekedar membuat orang lain tertawa,” lanjut Cody Staples.

Devon Staples pernah bekerja di Disney World sebagai pemeran beberapa karakter Disney seperti Gaston dari Beauty and the Beast. Kematian Devon merupakan kematian pertama di Maine sejak negara bagian itu melegalkan kembang api pada 1 Januari 2012 lalu. Menurut data Komisi Keselamatan Produk Konsumen AS, sebelas orang tewas dalam kecelakaan yang melibatkan kembang api pada tahun 2014, sedangkan tahun sebelumnya mencapai delapan korban. Next

Apakah Kamu Setuju?