Seleb Indonesia

Kisah Perjuangan Anindya Kusuma Putri, Dibully dan Dibilang Mirip Robot

Oleh -

Indonesia kembali bangga saat disebut masuk jajaran top 15 di ajang pemilihan Miss Universe 2015 kemarin. Ini merupakan ketiga kalinya dalam 3 tahun secara berturut-turut nama Indonesia masuk semifinalis setelah 2013 dan 2014 yang lalu. Perjuangan Anindya Kusuma Putri, Puteri Indonesia 2015 terbayarkan ketika dirinya berjejer di antara 15 wanita cantik Miss Universe.

Namun siapa sangka, ada kisah yang menyedihkan di balik perjuangan Anindya Kusuma Putri dalam mengharumkan nama Indonesia. Ia dibully dan dicaci maki habis-habisan dan bahkan jalannya dianggap mirip robot dan satpam. Namun, Anindya Kusuma Puteri mampu mengunci mulut haters dengan prestasi yang telah dituainya di Las Vegas, 20 Desember kemarin.

Dibully dan Dibilang Mirip Robot

Sejak terpilih menjadi Puteri Indonesia 2015 lalu, sosok yang akrab disapa Anin ini sudah dihadapkan dengan haters yang menganggap jika dirinya adalah ‘Puteri Titipan’. Anin sendiri dikenal sebagai sosok atlit yang tomboy dan tidak memiliki latar belakang seorang model. Tak jarang haters mencaci Anin dengan mengatakan jalannya mirip robot dan satpam karena jalannya yang masih kaku di awal progress.anin 1

Berbagai komentar pedas haters kerap mewarnai akun instagram Anin maupun fans pageant Indonesia. Tak sedikit dari mereka bahkan melontarkan kata yang tidak sepantasnya. “Jujur ya ini alaynin (sebutan fans Anin) lama-lama bisa gila karena terlalu banyak berfantasi. Wong Anin emang gak layak place kok apalagi? Sekarang berdoa aja biar waktu cepat berlalu dan Puteri Indonesia 2016 segera terpilih. Aduh ini karma banger setelah ngatain Ara kelaki-lakian, ia catwatk robot, akhirnya kita dapat karma paket combo. Anin bakal unplace, yakin. Capture komen gue,” tulis akun @kusumaindah86.

Belum Karantina Sudah Didoakan Clapper

Saat tengah berjuang sendirian di Las Vegas demi Indonesia, Anin diserang habis-habisan oleh haters yang telah menganggapnya tidak bakal lolos semifinal. Bahkan sebelum karantina dimulai, haters sudah mendoakan Anin clapper. Bahkan sampai ada yang bilang rela potong alat kemaluan jika Anin masuk jejeran top 2015.anin 2

“Gak ada apa-apanya dibanding peserta lain. Gak akan dapat gelar apapun. Liat aja nanti. Gue potong (alat kemaluan laki-laki) gue kalau dia sampai bisa masuk mininal Semi Finalis 15 Besar!! Yang fans apalagi yang bencong gak usah banyak komentar!!!” tulis akun @umayhaidi.

Diam-diam Training ke Filipina

Tak banyak yang tahu jika Anin berjuang agar bisa mempertahankan nama Indonesia di jejeran semifinal. Bahkan, para senior terutama Artika Sari Devi dan Whulandary Herman yang sebelumnya masuk Semi Finalis turun tangan membantu mengajarkan ilmu mereka ke adiknya. Tak hanya itu, diam-diam Anin bahkan melakukan fotosyut dengan Leo Almodal dan mengikuti training hingga ke Filipina.anin 3

Hal ini diungkapkan oleh salah satu fanspage Puteri Indonesia dalam trivia Miss Universe 2015 ini. ” Indonesia bertahan di posisi Semifinalis 3 tahun berturut-turut. Anindya mengikuti pelatihan rahasia di Filipina,” tulis fanspage Dukung Puteri Indonesia di Ajang Miss Universe.

Masuk Top 15 Kalahkan Mega Favorit

Ketika orang Indonesia (haters) tidak mendukung, bahkan Bursa Taruhan Miss Universe dengan yakin memasukkan nama Anin dalam jejeran atas. Dan di malam final, Indonesia memang dipanggil untuk masuk babak semi final. Anin yang mengenakan dress sponsor Sherri Hill nampak tersenyum bahagia ketika Indonesia dipanggil.

Kerennya lagi, Anin bahkan telah mengalahkan mega favorit seperti Vietnam dan India yang bahkan dikenal sebagai diva Miss Universe 2015. Perlu diketahui, India dan Vietnam yang sering nangkring dalam hotpick Top 10 dan 5 juga kerap muncul dalam sponsor Miss Universe. Namun sayang, dua negara Asia ini bahkan tidak lolos 15 besar.

Sering dibully, Anin pun berpesan melalui akun instagramnya. “Jangan khawatir dengan apa yang dibicarakan orang tentang kalian, fokus lah dengan apa yang kalian lakukan,” tulis wanita cantik asal Semarang tersebut. Well guys, jangan pernah meremehkan kemampuan seseorang dan hargai perjuangan mereka untuk mengharumkan nama Indonesia. Next

Apakah Kamu Setuju?